1. INDIKATOR DAN SUMBER DATA
STANDAR | INDIKATOR | SUMBER DATA |
STANDAR PENGELOLAAN | Perencanaan program dilaksanakan sesuai standar dan melibatkan pemangku kepentingan | · Dokumen hasil pertemuan · RKS · RKAS · Dokumen supervisi manajemen dan akademik |
Pelaksanaan program dilaksanakan sesuai dengan standar dan melibatkan pemangku kepentingan | ||
Satuan pendidikan melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program secara berkala | ||
Kepala satuan pendidikan berkinerja baik | ||
Satuan pendidikan mengelola informasi satuan pendidikan |
2. HASIL ANALISIS PEMETAAN MUTU
STANDAR | INDIKATOR | KONDISI SAAT INI | ANALISIS SWOT | HAL YANG PERLU DIPERBAIKI (PERMASALAHAN) | AKAR PERMASALAHAN |
Standar Pengelolaan | 1. Perencanaan program dilaksanakan sesuai standar dan melibatkan pemangku kepentingan | Perencanaan program dilaksanakan belum sesuai standar dan belum melibatkan semua pemangku kepentingan | 1. KEKUATAN · Visi dan Misi dirumuskan melibatkan pemangku kepentingan · Visi dan Misi disosialisasikan melibatkan pemangku kepentingan · Visi dan Misi sekolah dirivieuw secara berkala · RKS dirumuskan dengan mengacu pada visi, misi dan tujuan sekolah 2. KELEMAHAN · Visi dan misi belum tersosialisasikan secara menyeluruh ke semua pemangku kepentingan · RKS dan RKAS belum tersosialisasikan secara menyeluruh ke semua pemangku kepentingan · RPS dan Rencana kerja tahunan belum disusun secara rinci dan jelas 3. PELUANG a. Komite sekolah memiliki potensi sebagai nara sumber dalam peningkatan mutu sekolah b. RKS dan RKAS merupakan pedoman bagi semua warga sekolah dalam mengelola dan mengembangkan sekolah untuk mencapai visi dan misi 4. ANCAMAN · Komite sekolah belum berperan sebagaimana mestinya | · Peranan komite sekolah tidak terlaksana dengan baik · Sekolah memiliki tujuan dan rencana yang memadahi tapi belum dipahami sepenuhnya oleh warga sekolah. | · Visi dan misi dirumuskan tanpa melibatkan Komite sekolah · RKS dan RKAS dirumuskan tanpa melibatkan Komite sekolah · RPS dan Rencana kerja tahunan belum disusun secara optimal |
STANDAR | INDIKATOR | KONDISI SAAT INI | ANALISIS SWOT | HAL YANG PERLU DIPERBAIKI (PERMASALAHAN) | AKAR PERMASALAHAN |
2. Pelaksanaan program dilaksanakan sesuai dengan standar dan melibatkan pemangku kepentingan | Pelaksanaan program dilaksanakan belum sesuai dengan standar dan belum melibatkan semua pemangku kepentingan | 1. KEKUATAN · Kelengkapan pedoman pengelolaan satuan pendidikan · Penerimaan peserta didik berjalan dengan obyektif,transparan,dan akuntabel · Tersedianya layanan konseling,ekstrakurikuler,pembinaan prestasi dan penulusuran alumni · Adanya upaya menciptakan suasana,iklim dan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk pembelajaran yang efisien dalam posedur peaksanaan · Pelibatan masyarakat dalam mengelola pendidikan · Pendidik dan tenaga kependidikan melaksanakan tupoksinya masing-masing 2. KELEMAHAN · Sistem jaringan informasi belum memadai · Belum maksimalnya pembelajaran yang efisien dan kondusif.. · Kurangnya sumber belajar (buku panduan) yang berkualitas. · Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan 3. PELUANG · Persediaan sumber belajar yang berkualitas 4. ANCAMAN · Tidak terlaksananya proses pembelajaran yang maksimal · Menyebaran informasi yang belum merata | · Kurangnya persediaan sumber belajar yang berkualitas. · Pembinaan prestasi siswa yang tidak rutin. |
STANDAR | INDIKATOR | KONDISI SAAT INI | ANALISIS SWOT | HAL YANG PERLU DIPERBAIKI (PERMASALAHAN) | AKAR PERMASALAHAN |
3. Satuan pendidikan melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program secara berkala | Satuan pendidikan melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program secara berkala | 1. KEKUATAN a. Memiliki program pengawasan dan disosialiasikan ke seluruh pemangku kepentingan b. Pemantauan pengelolaan satuan pendidikan dilakukan oleh komite sekolah dan pengawas satuan pendidikan c. Supervisi pengelolaan akademik dilakukaan oleh kepala dan pengawas satuan pedidikan 2. KELEMAHAN · Waktu pelaksanaan evaluasi yang rutin dan berkala dan belum optimal dilakukan 3. PELUANG · Komite sekolah memiliki potensi melakukaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaaan program kegiatan sekolah · Supervise sebagai upaya peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran dengan jalan meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru melalui bimbingan professional oleh pengawas sekolah dan kepala sekolah · Evaluasi rencana kerja dilakukan untuk mengetahui tingkat ketercapaian rencana, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut untuk perbaikan atau peningkatan · Tindaklanjut merupakan upaya pemecahan masalah atau peningkatan mutu, tanpa tindak lanjut, maka evaluasi dapat dikatakan tidak memiliki makna apa-apa. 4. ANCAMAN · Program kerja tidak terlaksana secara optimal | · Kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan tidak membuat program tidak lanjut hasil supervisi pengelolaan akademik · Supervisi pengelolaan akademik dilakukan oleh pengawas satuan pendidikan yang tidak profesional pada bidangnya | · Komite sekolah,kepala sekolah,dan pengawas satuan pendidikan belum berperan sebagaimana mestinya |
STANDAR | INDIKATOR | KONDISI SAAT INI | ANALISIS SWOT | HAL YANG PERLU DIPERBAIKI (PERMASALAHAN) | AKAR PERMASALAHAN |
4. Kepala satuan pendidikan berkinerja baik | Kepala sekolah belum optimal dalam melaksanakan tufoksinya sebagai kepala satuan pendidikan | 1. KEKUATAN · Kepala sekolah melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya · Kemampuan mengembangkan budaya senyum,sapa,sopan dan santun · Mampu menghadapi dan memecahkan masalah · Mampu mengelola tantangan baru · Berperan aktif dalam kegiatan social kemasyarakatan di lingkungan sekolah · Mampu menyusun program sekolah sesuai visi dan misi sekolah · Mampu menerapkan kepemimpinan yang kreatif dan inovatif · Mampu menjadi inspirasi warga sekolah berkaitan keteladanan penerapan nilai-nilai karakter · Kepala Sekolah melaksanakan supervisi pengelolaan · Kepala Sekolah melaksanakan supervisi pembelajaran · Mampu menyusun struktur organisasi yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan pengembangan sekolah 2. KELEMAHAN · Belum mampu melibatkan semua unsur di sekolah dalam menyusun rencana pengembangan sekolah · Belum mampu melaksanakan program tindak lanjut hasil evaluasi 3. PELUANG · Kepala sekolah dapat memberikan pengaruh cukup besar dalam mengelola sekolah dalam menjalankan perannya memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan,mencari gagasan baru,mengintegrasikan setiap kegiatan,memberikan teladan kepada seluruh warga sekolah · Kepemimpinan sekolah yang efektif menjadi kunci untuk kinerja sekolah, kinerja guru, kinerja tenaga kependidikan sekolah dalam mencapai visi, misi, dan tujuan sekolah 4. ANCAMAN · Rencana kerja sekolah tidak terlaksana dengan baik | · Kepala sekolah belum membuat program tindak lanjut hasil evaluasi | Kepala Sekolah belum berperan sebagaimana mestinya |
STANDAR | INDIKATOR | KONDISI SAAT INI | ANALISIS SWOT | HAL YANG PERLU DIPERBAIKI (PERMASALAHAN) | AKAR PERMASALAHAN |
5. Satuan pendidikan mengelola informasi satuan pendidikan | Sistem informasi mutu belum dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan | 1. KEKUATAN · Sistim jaringan informasi melalui telepon dan internet(website sekolah) dan papan informasi · Sekolah memperbaiki data dan informasi secara berkala dan rutin. · Sekolah mengirimkan laporan tentang data sekolah secara berkala dan rutin 2. KELEMAHAN · Data pengelolaan sekolah masih kurang lengkap · Website sekolah belum dapat diakses secara umum · Komunikasi antar warga sekolah belum efektif dan efisien · Sekolah kami belum mencatat dan mendokumentasikan semua informasi dari masyarakat. 3. PELUANG · Kemudahan mengakses informasi dan pengaduan terkait dengan pengelolaan sekolah merupakan bagian dari indikasi good governance. · Kemudahan mengakses informasi dan pengaduan terkait dengan pengelolaan sekolah akan membuka peluang yang lebih besar dalam proses peningkatan mutu secara berkelanjutan · Kemudahan mengakses informasi dan pengaduan terkait dengan pengelolaan sekolah akan mempermudah kepala sekolah dan warga sekolah lainnya untuk memperbaiki kekurangannya 4. ANCAMAN · Penyalahgunaan system jaringan internet | · Sistem informasi mutu belum dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan | · Sekolah kami belum menugaskan seorang guru / tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi, pemberian informasi, pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah. |
3. HASIL PERENCANAAN PEMENUHAN MUTU
STANDAR | PERMASALAHAN | TUJUAN | SASARAN | PROGRAM | KEGIATAN | VOLUME | KEBUTUHAN BIAYA | SUMBER DANA |
Standar Pengelolaan | Visi, misi, dan tujuan sekolah dirumuskan tanpa melibatkan komite sekolah | Visi, misi, dan tujuan sekolah dirumuskan bersama antara sekolah dengan para pemangku kepentingan | Pemangku kepentingan | Perumusan visi dan misi sekolah | Rapat /pertemuan perumusaan visi misi dan tujuan sekolah dengan para pemangku kepentingan | |||
Sekolah memiliki tujuan dan rencana yang memadahi tapi belum dipahami sepenuhnya oleh warga sekolah. | Komite sekolah, dewan pendidikan, dinas pendidikan kab./kota, atau yayasan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan pengelolaan sekolah. Karena itu RKS dan RAKS perlu untuk diberikan pertimbangan oleh unsur-unsur tersebut. | Kepala sekolah, komite sekolah, unsur peserta didik, unsur PTK lainnya, pengawas, dan pihak-pihak yang dinilai sekolah berkontribusi dalam mengelola sekolah, seperti tokoh masyarakat yg tidak masuk dalam komite sekolah, dll. | Peningkatan dalam pe enyusunan rencana kerja sekolah | Sekolah menyelenggarakan workshop untuk menyusun rencana kerja sekolah bersama dengan stakeholders dalam bentuk RKS dan RKAS | ||||
· Keteladanan kepala sekolah merupakan bagian dari proses pendidikan di sekolah, khususnya bagi peserta didik. · Perilaku teladan kepala sekolah menjadi perilaku pembanding bagi warga sekolah dalam menjalankan tupoksi masing-masing · Keteladanan lebih bermakna/efektif dalam proses kepemimpinan kepala sekolah dibandingkan perintah atau petunjuk lisan | Kepala Sekolah | · Peningkatan kinerja kepala sekolah | · Kepala sekolah melakukan evaluasi diri terhadap proses kepemimpinannya secara berkala, · Kepala sekolah mendengarkan suara-suara warga sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai proses kepemimpinannya · Perilaku kepala sekolah konsisten dalam menjalankan aturan-aturan sekolah | Sepanjang tahun ajaran | ||||
· Satuan pendidikan belum optimal melakukan evaluasi dan tindak lanjut hasil pengawasan · Supervisi pengelolaan akademik dilakukan oleh pengawas satuan pendidikan yang tidak profesional pada bidangnya | · Satuan pendidikan belum optimal melakukan evaluasi dan tindak lanjut hasil pengawasan · Supervisi pengelolaan akademik dilakukan oleh pengawas satuan pendidikan yang tidak profesional pada bidangnya | Kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan melaksanakan fungsi dan peranannya dengan baik | Peningkatan peranan dan fungsi kepala sekolah dan pengawas sekolah | Pada setiap akhir semester dilakukan rapat evaluasi bersama mengenai capaian kinerja PTK dan kinerja sekolah | 2 hari | |||
Sekolah belum memiliki petugas pelayanan informasi secara khusus | Sekolah memiliki petugas pelayanan informasi secara khusus | Sekolah kami menugaskan seorang guru / tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi, pemberian informasi, pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah. | Kemudahan mengakses informasi dan pengaduan terkait dengan pengelolaan sekolah | · Kepala sekolah bersama dengan warga sekolah membuat mekanisme pengaduan terhadap pengelolaan sekolah, seperti menggunakan kotapengaduan, SMS, email, dll. · Kepala sekolah mengumumkan (lisan/tulisan) mengenai keterbukaan informasi terkait dengan pengelolaan sekolah kepada para pemangku kepentingan sekolah · Kepala sekolah/pihak yang ditugaskan merespon pengaduan-pengaduan yang masuk ke sekolah | ||||
4. RENCANA IMPLEMENTASI PEMENUHAN MUTU
STANDAR | PROGRAM | KEGIATAN | PENANGGUNGG JAWAB | WAKTTU PELAKSANAAN | PEMANGKU KEPENTINGAN YANG DILIBATKAN |
Standar pengelolaan | Perumusan visi dan misi sekolah | Rapat/pertemuan untuk merumuskan visi dan misi sekolah | Kepala Sekolah | 1 pekan | Kepsek,pendidik,tendik dan komite |
Peningkatan dalam penyusunan rencana kerja sekolah | Sekolah menyelenggarakan workshop untuk menyusun rencana kerja sekolah bersama dengan stakeholders dalam bentuk RKS dan RKAS | Kepala Sekolah | 1 pekan | Kepsek,pendidik,tendik dan komite | |
Peningkatan kinerja kepala sekolah | · Kepala sekolah melakukan evaluasi diri terhadap proses kepemimpinannya secara berkala, · Kepala sekolah mendengarkan suara-suara warga sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai proses kepemimpinannya · Perilaku kepala sekolah konsisten dalam menjalankan aturan-aturan sekolah | Kepala Sekolah | Sepanjang tahun ajaran | Kepsek,pendidik,tendik dan komite | |
Peningkatan peranan dan fungsi kepala sekolah dan pengawas sekolah | · rapat evaluasi bersama mengenai capaian kinerja PTK dan kinerja sekolah | Kepala sekolah | Akhir semester | Pemangku kepentingan | |
Pengadaan petugas pelayanan informasi secara khusus | · Sekolah kami menugaskan seorang guru / tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi, pemberian informasi, pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah | Kepala sekolah | Pemangku kepentingan |
5. EVALUASI IMPLEMENTASI PEMENUHAN SNP
STANDAR | PROGRAM | KEGIATAN | INDIKATOR | ANALISIS | KESIMPULAN PELAKSANAAN PROGRAM | ||
PROSES | OUTPUT | OUTCOME | |||||
Standar pengelolaan | Perumusan visi dan misi sekolah | Rapat/pertemuan untuk merumuskan visi dan misi sekolah | Meningkatnya kemampuan merumuskan visi dan misi sekolah | Tersedianya visi dan misi yag berkualitas baik | Visi dan misi memenuhi SNP,kemampuan pemangku kepentingan memenuhi SNP | Tim Penjaminan mutu sekolah | Sekolah memiliki visi, misi, dan tujuan sekolah yang dimiliki bersama oleh sekolahd an para pemangku kepentingan |
Peningkatan dalam pe enyusunan rencana kerja sekolah | Sekolah menyelenggarakan workshop untuk menyusun rencana kerja sekolah bersama dengan stakeholders dalam bentuk RKS dan RKAS | Meningkatnya kemampuan pemangku kepentingan menyusun RKS dan RKAS | Tersedianya RKS dan RKAS yang baik | RKS dan RKAS memenuhi SNP,kemampuan pemangku kepentingan memenuhi SNP | Sekolah memiliki dokumen RKS dan RKAS yang merupakan produk bersama | ||
Peningkatan kinerja kepala sekolah | · Kepala sekolah melakukan evaluasi diri terhadap proses kepemimpinannya secara berkala, · Kepala sekolah mendengarkan suara-suara warga sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai proses kepemimpinannya · Perilaku kepala sekolah konsisten dalam menjalankan aturan-aturan sekolah | Meninggkatnya peranan dan fungsi kepala sekolah | Terciptanya kepala sekolah yang profesional | · Perilaku kepala sekolah mencerminkan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah · Warga sekolah menghormati kepemimpinan KS karena kesesuaian antara perilaku keseharian KS dengan nilai yang dianut · Perilaku kepala sekolah jadi teladan bagi warga sekolah | |||
Peningkatan peranan dan fungsi kepala sekolah dan pengawas sekolah | · rapat evaluasi bersama mengenai capaian kinerja PTK dan kinerja sekolah | Kepala sekolah | Meningkatnya kinerja kepala sekolah dan pengawas sekolah | Peranan dan fungsi masing-masing terlaksana dengan baik | Akhir semester | · PTK dan komite sekolah memahami tingkat capaian, kendala, dan pemecahan masalah yang harus diambil ke depannyazProgram kerja sekolah yang telah direvisi, jika ada kebutuhan untuk revisi program kerja | |
Pengadaan petugas pelayanan informasi secara khusus | · Sekolah kami menugaskan seorang guru / tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi, pemberian informasi, pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah | Kepala sekolah | Pemangku kepentingan | ||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar